GKJ Bumi Indah

Melampaui Kenyamanan Palsu

Melampaui Kenyamanan Palsu

12 Februari 2026 | Mazmur 138 | AK

“Don’t quit on me now” sebuah teriakan lirih di tengah kesesakan. Namun, jika kita membaca Mazmur 138 secara utuh, kita menemukan sang pemazmur yang justru bersyukur atas kesetiaan Allah yang selalu hadir dan mengasihi anak-anak-Nya.

Dalam realita pekerjaan, kehadiran Allah sering kali terasa di tengah rutinitas yang monoton, ketidakpastian yang tinggi, hingga beban kerja (jobdesk) yang tumpang tindih. Secara pribadi, saya merasakan kasih-Nya yang luar biasa justru saat saya bisa menjadi perpanjangan tangan-Nya bagi sesama. Ketika rekan kerja saya panik mencari barang yang dianggap ‘hilang’, saya diberi ketenangan untuk membantunya hingga ia bisa berangkat melakukan pengujian fondasi dengan damai. Di sana saya belajar: kebahagiaan sejati tidak selalu tentang apa yang kita dapatkan, tetapi tentang saat kita bisa berbagi hidup dan meringankan beban orang lain.

Namun, sering kali kita mencari pelarian lain. Kita merasa lelah bekerja, lalu beralih ke scrolling media sosial selama berjam-jam sebagai bentuk “kenyamanan palsu”. Padahal, jiwa kita membutuhkan tempat bersandar yang memberikan ketenangan abadi. Di sinilah pentingnya memiliki rasa “takut akan Tuhan” bukan dalam arti menyeramkan, melainkan mengakui bahwa Allah, yang adalah Kasih itu sendiri, merupakan otoritas tertinggi dalam hidup kita.

Yesus mengundang kita: “Pikullah kuk yang Kupasang…” (Matius 11:29 – 30 ). Memikul kuk berarti melakukan apa pun yang Allah perintahkan, meski awalnya terasa ‘janggal’ atau ‘aneh’ karena kita sedang melawan keinginan daging.

Menyediakan waktu khusus untuk membaca dan merenungkan Firman-Nya adalah “kuk” yang memberikan kelegaan nyata bagi jiwa saya. Mari berhenti mengejar kenyamanan semu dan mulai memikul kuk ketaatan yang mendatangkan damai sejahtera.

Solus Deus fundamentum vitae nostrae, et basis nostra

Facebook
Twitter
Email
Print

Related article