Minggu, 04 Januari 2025
Yeremia 23 : 1 – 6; Mazmur 46,
Kolose 1 : 11 – 20; Lukas 23 : 33 – 43
Selamat pagi, saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus
Kelahiran selalu menjadi tanda kehidupan baru. Setiap kali seorang bayi lahir, dunia seakan menerima harapan segar, sebuah kesempatan untuk memulai kembali. Dalam iman Kristen, kelahiran Kristus adalah puncak dari makna kelahiran itu sendiri: Allah yang menjadi manusia, hadir di tengah dunia untuk membawa kehidupan yang sejati. Bacaan hari ini menuntun kita untuk merenungkan bagaimana kelahiran Kristus menghadirkan kehidupan baru bagi umat-Nya.
Yeremia 31:7–14 menegaskan janji Allah untuk memulihkan Israel. Bangsa yang tercerai-berai akan dikumpulkan kembali, mereka yang bersedih akan dipenuhi sukacita, dan ladang-ladang mereka akan menghasilkan kelimpahan. Kelahiran generasi baru menjadi tanda bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Kehidupan baru yang lahir dari janji Allah adalah kehidupan yang penuh damai dan pengharapan. Di sini kita melihat bahwa kelahiran bukan hanya peristiwa biologis, tetapi juga simbol pemulihan dan karya Allah yang terus berlangsung.
Mazmur 147:12–20 mengajak kita memuji Allah yang menjaga umat-Nya. Ia memberi damai di perbatasan, mengenyangkan umat dengan gandum, dan menurunkan firman-Nya yang memberi kehidupan. Firman Allah digambarkan seperti salju dan embun yang menyegarkan bumi. Kehidupan yang lahir dari firman ini adalah kehidupan yang teratur, penuh berkat, dan membawa damai. Kelahiran Kristus sebagai Firman yang menjadi manusia adalah wujud nyata dari janji ini: firman Allah hadir di dunia untuk memberi kehidupan yang kekal.
Efesus 1:3–14 menegaskan bahwa kita telah dipilih dan ditebus dalam Kristus. Kelahiran Kristus bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan dasar dari identitas baru kita sebagai anak-anak Allah. Paulus menekankan bahwa kita dimeteraikan oleh Roh Kudus, tanda bahwa kehidupan baru yang lahir dari Kristus adalah kehidupan yang pasti, terjamin, dan penuh pengharapan. Kelahiran Kristus membawa kita keluar dari kegelapan menuju terang, dari keterasingan menuju persekutuan dengan Allah.
Yohanes 1:10–18 menegaskan inti dari renungan ini: Firman yang menjadi manusia, Yesus Kristus, datang ke dunia untuk memberi kita hidup. Meski dunia tidak mengenal-Nya, bagi mereka yang menerima-Nya, Ia memberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Kelahiran Kristus adalah kelahiran kehidupan sejati. Kehidupan ini bukan hanya tentang panjang umur atau kesehatan jasmani, melainkan tentang relasi baru dengan Allah, pengampunan, dan keselamatan.
Tema “Kelahiran Membawa Kehidupan” mengajak kita untuk melihat bahwa setiap kelahiran adalah tanda karya Allah. Kelahiran Kristus adalah sumber kehidupan baru bagi dunia. Kehidupan yang dibawa Kristus bukan hanya biologis, tetapi rohani: pengampunan, pemulihan, dan pengharapan. Kita dipanggil untuk menyambut kelahiran itu dengan iman, sehingga hidup kita menjadi kesaksian akan terang Kristus.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita diajak untuk mensyukuri setiap kelahiran sebagai anugerah, membawa kehidupan bagi sesama melalui kasih, dan hidup sebagai anak-anak Allah yang memancarkan terang Kristus. Kelahiran Kristus bukan hanya peristiwa masa lalu, tetapi sumber kehidupan yang terus mengalir bagi kita hari ini. Mari kita sambut kelahiran itu dengan hati yang terbuka, sehingga hidup kita menjadi tanda nyata bahwa kelahiran membawa kehidupan.

