GKJ Bumi Indah

Komitmen untuk Berubah

Komitmen untuk Berubah

Keluaran 24:12-18; Mazmur 2; II Petrus 1:16-21;Matius 17:1-9

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,

Bacaan Injil minggu ini mengajak kita merenungkan peristiwa transfigurasi Yesus di atas gunung (Matius 17:1–9). Yesus membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes naik ke tempat yang sunyi. Di sana wajah-Nya berubah bersinar seperti matahari, dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau. Musa dan Elia menampakkan diri, berbicara dengan Yesus. Lalu terdengar suara dari awan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”

Peristiwa ini bukan sekadar mukjizat penampakan, melainkan undangan bagi para murid untuk melihat siapa Yesus sesungguhnya: Anak Allah yang mulia, yang akan menempuh jalan salib demi keselamatan dunia. Pengalaman rohani di atas gunung itu menjadi titik balik bagi para murid. Mereka diajak untuk berkomitmen, bukan hanya kagum pada kemuliaan, tetapi juga siap mengikuti Yesus dalam jalan penderitaan dan perubahan hidup.

Komitmen untuk berubah adalah panggilan bagi kita semua. Perubahan bukanlah hal yang mudah. Petrus sendiri sempat ingin “berdiam di atas gunung” dengan mendirikan kemah, seolah ingin menahan momen indah itu. Namun Yesus mengajak mereka turun kembali, menghadapi realitas hidup, pelayanan, dan tantangan iman. Demikian juga kita, sering kali lebih nyaman bertahan dalam kebiasaan lama, tetapi suara Tuhan memanggil: “Dengarkanlah Dia.”

Komitmen untuk berubah berarti:

  • Membuka hati untuk mendengar suara Tuhan, bukan hanya suara dunia.
  • Meninggalkan zona nyaman yang membuat kita stagnan.
  • Berani melangkah dalam iman, meski jalan yang ditempuh penuh risiko.
  • Menghidupi kasih dalam keluarga, pekerjaan, dan pelayanan, sehingga perubahan nyata terlihat dalam sikap dan tindakan.

Perubahan sejati bukan sekadar penampilan luar, melainkan transformasi hati. Sama seperti Yesus yang menampakkan kemuliaan-Nya, kita pun dipanggil untuk memancarkan terang Kristus melalui hidup yang diperbarui. Paulus berkata: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu” (Roma 12:2).

Dalam kehidupan jemaat GKJ Bumi Indah, komitmen untuk berubah bisa diwujudkan dengan kesetiaan berdoa, saling mendukung, dan aktif dalam pelayanan. Doa serentak Selasa malam yang kini dilakukan melalui Zoom adalah contoh nyata: meski cara pelaksanaan berubah dari rumah tangga ke ruang digital, semangatnya tetap sama—menyatukan hati seluruh jemaat dalam doa. Perubahan cara tidak mengurangi makna, justru memperluas kesempatan untuk bersekutu.

Saudara-saudari, mari kita jadikan minggu ini sebagai momentum untuk memperbarui komitmen iman. Jangan takut berubah, sebab perubahan bersama Kristus selalu membawa kita pada hidup yang lebih bermakna. Dengarkanlah suara-Nya, ikuti jalan-Nya, dan biarkan terang Kristus memancar melalui hidup kita.

Kiranya Tuhan menolong kita semua untuk setia dalam komitmen berubah, sehingga jemaat GKJ Bumi Indah semakin menjadi saksi kasih Kristus di tengah dunia.

Amin.

Doa Penutup

Ya Tuhan yang penuh kasih,
Kami bersyukur atas firman-Mu yang mengingatkan kami melalui peristiwa transfigurasi Yesus. Engkau meneguhkan bahwa Yesus adalah Anak-Mu yang terkasih, dan kami dipanggil untuk mendengarkan Dia.

Tolonglah kami, ya Bapa, agar berani berkomitmen untuk berubah. Ubah hati kami yang keras menjadi lembut, ubah pikiran kami yang sempit menjadi terbuka, dan ubah hidup kami yang lama menjadi baru di dalam Kristus.

Dalam keluarga, pekerjaan, dan pelayanan, jadikan kami saksi kasih-Mu. Biarlah terang Kristus memancar melalui sikap dan tindakan kami, sehingga jemaat GKJ Bumi Indah semakin menjadi berkat bagi sesama.

Kami menyerahkan minggu ini ke dalam tangan-Mu. Pimpinlah langkah kami, kuatkan iman kami, dan teguhkan komitmen kami untuk setia mengikuti jalan-Mu.

Dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa.
Amin.

Facebook
Twitter
Email
Print

Related article