GKJ Bumi Indah

Bagaimana Belajar Alkitab Mandiri

Bagaimana Belajar Alkitab Mandiri

How To Study The Bible | Translated From The Navigators

Sebagaimana kita bertumbuh dalam Kristus, adalah sangat penting kita belajar bagaimana mempelajari Alkitab untuk kita sendiri dan tidak bergantung pada perenungan dan petunjuk dari orang lain.

Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Ibrani 5:13,14

Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan makanan ”keras” adalah melalui mempelajari Alkitab. Metode mempelajari Alkitab adalah mempelajari ayat-ayat Kitab Suci dan menyimpulkan berdasarkan pengamatan. Umumnya metoda ini dibagi dalam tiga bagian: Pengamatan, penafsiran dan aplikasinya,

Seorang pelaut (Navigation) Dwight  Hill, menjabarkan metode ini dalam 7 langkah.

7 LANGKAH MEMPELAJARI ALKITAB MANDIRI

  • Latar belakang

Pertama-tama, pelajari latar belakang penulisan: Siapa penulis, Mengapa ia menulis. Pelajari latar belakang sejarahnya, perkiraan waktu, orang-orang kunci dan lain sebagainya. Beberapa bagian Alkitab telah menuliskan ringkasan pada bagian awal, ang menjelaskan beberapa informasi. Komentar dalam Kamus Alkitab akan sangat membantu dalam hal ini.

  • Membuat/menulis ulang secara pribadi

Tulis kembali setiap bagian (pasal) menurut pengertian kita. Ini akan membatu kita untuk memahami setiap ayatnya dan semakin membuat kita mudah teringat.

Sebagai contoh 1 Timotius 1:1

Ayat aslinya:

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah,Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita

Ayat versi kita sendiri:

Paulus menyatakan dirinya sebagai rasul Allah, yang memberikan Yesus Kristu

  • Buat Pertanyaan dan Jawaban

Tulis pertanyaan yang tersirat, atau hal yang tidak umum, ataupun hal yang membingungkan pada pikiran saat membaca dan merenungkan.

Contoh:

Pertanyaan: apa yang dimaksud dengan Rasul? Apa artinyamenjadi salah satunya?

Jawaban: Kata Yunani Rasul (apostle) muncul dari kata  apostello yang berarti untuk mengirimkan. Jadi dengan sebagai Rasul/Apostle berarti menjadi seseorang pengantar (mengantarkan) – dalam hal ini oleh Kristus untuk menyebarkan Pesan-Nya (Firman-Nya)

  • Referensi silang

Buat catatan dari ayat-ayat yang serupa dari kitab lainnya yang muncul saat membaca, menulis ulang atau pertanyaan tentang ayat tersebut. Konsultasikan atau cari referensi dari Kitab Konkordan, atau buku-buku lainnya, atau buat catatan untuk mengumpulkan ayat-ayat yang terpikirkan.

Misal:

Rasul: 2 Korintus 1:1

Tuhan adalah gembalaku: Lukas 1:47; Titus1:3

Tuhan adalah harapanku: Kolose 1:27

  • Renungkan

Apabila menemukan pengamatan yang berkaitan dengan bagian manapun dari ayat atau latar belakannya, pastikan untuk menuliskannya.

Contoh:

Paulus diutus Tuhan untuk sebagai Rasul. Ini sesuatu bukan atas dasar keinginan sendiri.

Setelah melakukan seluruh pengamatan analisa, bandingkan dengan tafsiran Alkitab atau sumber-sumber lain untuk pemahaman tambahan. Bandingkan juga dengan pendapat/pemahaman orang percaya lainnya untuk lebih memperluas pemahaman kita. Untuk selalu diingat jangan buru-buru untuk mencari tafsiran atau pandangan orang lain terlebih dahulu, tetapi mulailah dari pengamatan pribadi terlebih dahulu.

  • Aplikasi secara pribadi

Ini adalah contoh pengaplikasian perenuangan secara pribadi dari 1 Timotius 1:1

Seperti Paulus, saya perlu menyadari bahwa saya juga diutus untuk menjadi duta Kristus, diutus dan dikirim dengan misi tertentu. Saya akan bisa effektif dalam misi ini, jika saya selalu sadar akan status saya yaitu sebagai saksi Kristus yang ditunjuk.

  •  Ringkaskan dan buat Judul

Setelah selesai pengamatan dan penyelidikan dari ayat-ke ayat dalam pasal/judul perikop, tuliskan judul dan tentukan ayat kunci. Hal ini akan menambah keutuhan dari pesan dalam setiap pasal pada pikiran kita. Tuliskan ringkasan paragrap dan buat uraian atau ringkasan pada pasal tersebut. Ulangi proses ini pada pasal berikutnya. Pada saat semua pasal sudah diselesaikan buatkan Judul utama.

Sayangnya biasa-biasa saja adalah ciri khas saat ini. Sehingga perlu dilakukan menguraikan pola-pola dan menentukan standar yang tinggi untuk pertumbuhan iman kita.

Sebagai contoh, kita mungkin akan berkata bahwa dalam 10 tahun kedepan saya akan menyelesaikan mempelajari beberapa pasal dengan cara ini, menghabiskan mungkin 3 jam setiap minggu untuk belajar.

Mari kita menentukan standard yang tinggi untuk mengenal Allah dan berubahklah karena Firman-Nya. Tidak ada yang lebih utama.

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan c  akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus. Filipi 3:8

Facebook
Twitter
Email
Print

Related article