GKJ Bumi Indah

Kasih yang Tidak Tumpul

Kasih yang Tidak Tumpul

25 Maret 2026 | AK

‘8For everyone who asks receives; the one who seeks finds; and to the one who knocks, the door will be opened. ‘

Matthew 7:8

https://www.bible.com/bible/113/MAT.7.8.NIVUK

Saya lagi merenungi ayat ini, tapi jujur, kondisi hati saya lagi panas banget. Rasanya ingin murka sama manajer operasional saya. Bayangin aja, ada engineer lagi cuti dan baru masuk tanggal 30, tapi dipaksa masuk tanggal 28. sebuah kesalahan berpikir. Belum lagi soal saya sendiri. Saya ini staf admin, secara kontrak harusnya nggak perlu ke lapangan kecuali dalam kondisi urgent. Tapi nyatanya? Bulan Maret ini saja saya sudah 3x ke proyek dengan durasi total 10 hari. Dari proyek Serang-Panimbang, menginap di Pandeglang buat tes integritas tiang 30 titik dari pagi sampai maghrib, sampai lanjut lagi ke Batam buat pengujian di laut. Kalau 1/3 bulan saya habis di lapangan, itu namanya bukan urgent lagi, tapi eksploitasi. Ga make sense.

Bukan cuma saya, rekan saya seperti Sandi dan Paskah juga jadi ‘korban’ sikap unik manajer ini. Paskah sudah berkali-kali minta backup buat urusan transportasi ke klien, tapi malah disuruh koordinasi sendiri, padahal dia sudah posisi ‘kepentok’. Janji rolling dari site Jambi ke Jakarta pun cuma dikasih alasan-alasan nggak jelas supaya dia tetap stay di sana. Benar-benar nggak ada damai sejahtera kalau ingat ini semua. Cuma satu orang atasan yang mengerti kondisi kami, yaitu bu Dirut.

Kadang saya merasa, apa Allah menaruh saya di perusahaan ini sebagai ‘mahkota duri’ atau ‘duri dalam daging’? Rasanya menyakitkan sekali. Tapi saya sadar, mengasihi orang itu harus tetap berlandaskan kebenaran. Menegur dia layaknya saudara kalau dia salah adalah sebuah keharusan. Karena kalau saya cuma mengandalkan sabar tanpa berani menyatakan kebenaran, komprominya jadi terlalu besar. Besi nggak akan bisa menajamkan besi kalau saya cuma diam. Saya mau mengetuk pintu keadilan, karena saya percaya “pintu” itu harusnya terbuka buat mereka yang berani bersuara demi kebenaran, bukan cuma buat mereka yang pasrah dieksploitasi.

Facebook
Twitter
Email
Print

Related article