24 Februari 2026| AK| Memahami Otoritas Sumphoneo
’19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. ‘ (Matius 18:!9). <Matius 18:19 (TB) – Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika | YouVersion>
Ayat diatas menarik ya, seolah berkata bahwa apapun yang kita minta akan dikabulkan. Namun kalau kita baca satu pasal ada beberapa pertanyaan yang timbul di benak saya:
- Kenapa disebutkan ‘dua orang’
- Di ayat sebelumnya dikatakan ‘apa yang kamu ikat di dunia akan terikat juga di sorga, apa yang kamu lepas di dunia kan terlepas juga di surga’. Apakah ini makna dari ‘dikabulkan oleh bapaLu yang di sorga’?
Ternyata ayat ini bukanlah sebuah ‘cek kosong’ yang bisa kita gunakan untuk meminta apapun juga dengan dalil akan terpenuhi tapi ada makna yang lebih mendalam. Secara utuh ternyata ini berbicara tentang disiplin gereja sebab Tuhan Yesus berbicara secara eksplisit mengenai instruksi hukum dan prosedur organisasi untuk menangani dosan dalam komunitas orang percaya.
Menjawab pertanyaan nomor 1:
Dua orang yang dimaksud adalah sebuah dasar pernyataan kesaksian hukum yang kuat serta sebuah ‘simfoni’. Dalam tradisi Yahudi, sebuah perkara akan dianggap sah jika didukung oleh setidaknya orang saksi. Dua orang yang Tuhan maksud adalah sebuh prosedur ‘pengadilan rohani’ dimana keputusan atau ‘permintaan’ tidak boleh berdasarkan subjektivitas satu individu yang (mungkin saja) emosi atau egois terhadap permintaannya.
Ketika saya mencari di internet ternyata akar atanya adalah Sumphoneo yang berarti sehati, setuju, sepakat atau selaras. ‘simfoni’ yang dimaksudkan adalah istilah untuk menggamarkan keselarasan, perpaduan harmonis seperti orkestra. Sebuah simfoni tidak hanya setuju di permukaan, namun keselarasan hati. Dua orang menunjukkan adanya interaksi sosial; sebuah nominal paling kecil untuk membentuk sebuah komunitas. Hal ini mencegah iman tidak bersifat individualistik dan liar.
Menjawab pertanyaan nomor 2
‘ 18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Matius 18:18 <Matius 18:19 (TB) – Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika | YouVersion>
Ternyata makna ayat ini bersifat yudisial (hukum) daripada sekedar ‘cek kosong’ untuk pemenuhan keinginan pribadi. Ayat tersebut merupakan otoritas delegasi yang Allah berikan kepada jemaat untuk membuat keputusan legal-spiritual, seperti seseorang telah bersalah atau seseorang telah diampuni. Ayat merupakan sebuah konfirmasi surgawi, karena tertulis ‘akan dikabulkan oleh Bapa-Ku’ artinya dukungan penuh yang Tuhan berikan kepada jemaat tersebut. Jadi jika dua orang (jemaat) sepakat untuk “melepaskan” (mengampuni) atau “mengikat” (mendisiplin) seseorang sesuai dengan Allah, maka Bapa akan mengesahkan keputusan tersebut. Keren ya. Ini adalah bukti bahwa apa yang Allah katakan bukanlah ‘cek kosong’.
Matius bukanlah sebuah “mantra” untuk memaksakan kehendak pribadi kepada Tuhan, melainkan sebuah proklamasi otoritasyang diberikan kepada komunitas orang percaya.
Melalui prinsip sumphoneo(keselarasan), kita diingatkan bahwa iman Kristen tidak dirancang untuk berjalan dalam isolasi yang egois. Ketika dua orang sepakat, mereka tidak sedang berusaha “menggerakkan tangan Tuhan” untuk kepentingan sendiri, melainkan sedang menyelaraskan diri dengan kehendak-Nya untuk menjaga kekudusan dan kasih di dalam jemaat. Otoritas untuk “mengikat dan melepaskan” adalah tugas suci: Tuhan menjamin bahwa setiap keputusan yang diambil dalam harmoni komunitas untuk menegakkan kebenaran akan mendapatkan dukungan atau ratifikasi penuh dari takhta surga.
Solus Deus fundamentul vitae nostrae, et basis nostra

