1 Petrus 5: 1-11 |AK
Pada ayat 2 dan 3,
“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.”1 Petrus 5:2−3 (https://www.bible.com/bible/306/1PE.5.TB)
“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”1 Petrus 5:7
Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menggembalakan “domba” yang dipercayakan kepada kita. Catatan pentingnya adalah melakukannya bukan karena terpaksa, melainkan dengan sukarela sesuai kehendak Allah. Kita diminta untuk tidak mencari keuntungan pribadi, melainkan melayani dengan penuh pengabdian. Hidup kita dipanggil untuk dipersembahkan 100% bagi Allah, di mana puncaknya adalah menjadi sebuah teladan.
Seorang gembala bukanlah bos yang sekadar memerintah dan menuntut kepatuhan buta. Gembala juga bukan penakut yang membiarkan kawanan dombanya menghadapi serigala sendirian. Sebaliknya, gembala adalah sosok pemimpin yang memahami apa yang dibutuhkan kawanan. Ia tahu kapan mereka membutuhkan air, makanan, atau perlindungan, meskipun tidak semua domba mampu memahami besarnya kasih yang diberikan sang gembala.
Menjadi teladan berarti tampil di depan untuk memberi gambaran nyata. Tidak mungkin seseorang yang malas dapat memimpin, bahkan untuk memimpin hidupnya sendiri pun mustahil. Menjadi teladan memang sulit; ia menuntut disiplin tinggi, konsistensi, dan keuletan untuk terus bangkit saat jatuh. Di sinilah letak uniknya: teladan adalah memimpin di depan tanpa menjadi bossy. Sama seperti tidak masuk akalnya seorang yang sedang mengalami obesitas menjadi pelatih diet, kepemimpinan menuntut integritas antara ucapan dan perubahan perilaku nyata.
Dalam konteks dunia modern dan pekerjaan, bagaimana kita memerankan fungsi ‘gembala’ ini?
- Terhadap Diri Sendiri: Perubahan dimulai tanpa perlu izin atasan atau sertifikat formal. Ia bisa dimulai seketika saat bangun tidur dengan membaca firman Tuhan, dan diakhiri dengan doa serta renungan sebelum terlelap. Ini mungkin terdengar klasik atau old school, namun “bible glow up” adalah transformasi nyata yang memberikan ketenangan batin–saya dapat menjaminnya.
- Terhadap yang Lebih Muda: Anda menjadi teladan saat Anda sudah berhasil memimpin diri sendiri. Bagi generasi muda yang penuh pertanyaan dan semangat yang bergejolak, mereka tidak butuh rentetan larangan. Mereka butuh seorang alongsider atau teman seperjalanan yang hadir menemani mereka dalam kondisi apa pun—baik saat mereka merasa ‘suci’ maupun saat terjatuh dalam dosa. Kehadiran seringkali lebih berbicara daripada kata-kata.
- Terhadap yang Lebih Tua: Ini adalah tantangan tersendiri karena risiko dianggap “mengajari ikan berenang.” Namun, kebenaran firman Tuhan bersifat universal dan tidak pandang bulu. Dengan tetap menjaga rasa hormat, kenakanlah kasih sebagai pengikat yang menyatukan (Kolose 3:14) saat menyampaikan kebenaran tersebut.
Dalam dunia profesional, terutama bagi kita yang bergelut dengan detail teknis dan akurasi, peran gembala diterjemahkan sebagai integritas. Menjadi gembala di tempat kerja berarti berani memastikan bahwa setiap “fondasi” yang kita kerjakan—baik itu laporan, tugas administratif, maupun pekerjaan lapangan—dilakukan dengan standar kejujuran yang tinggi. Saat kita bekerja dengan dedikasi tanpa mencari keuntungan yang tidak sah, kita sedang menunjukkan kepada rekan kerja dan klien bahwa ada nilai yang lebih tinggi yang kita pegang.
Lalu, apa fungsi ayat 7 di awal tadi? Ayat tersebut adalah jangkar kita. Kita tidak perlu kuatir atau merasa terbebani dengan tanggung jawab sebagai teladan, sebab ada Dia yang memelihara kehidupan kita. Bentuk pemeliharaan-Nya seringkali hadir melalui komunitas yang melayani atau bahkan dalam kesendirian kita saat menikmati firman-Nya. Kita tidak pernah benar-benar sendiri, dan segala kekuatiran kita telah ditanggung oleh-Nya.
Solus Deus fundamentum vitae nostrae, et basis nostra.

