‘looking unto Jesus the author and finisher of our faith; who for the joy that was set before him
endured the cross, despising the shame, and is set down at the right hand of the throne of God. ‘
Hebrews 12:2
Ternyata iman kita adalah PEMBERIAN Tuhan juga, kalau kita punya iman mengakui Yesus sebagai Juruselamat, maka itu juga berkat dari Allah. Berkat atau kasih karunia adalah menerima sesuatu yang sebetulnya tidak pantas menerima. Penebusan, keselamatan manusia, hidup baru, semuanya adalah KARYA PENYELAMATAN Allah terhadap semua manusia–jika mereka mau menerima keselamatan itu.
‘Ye have not yet resisted unto blood, striving against sin. ‘
Hebrews 12:4
https://www.bible.com/id/bible/ /HEB.
Dalam melawan dosa pun, saya tidak pernah sampai harus mencucurkan darah setetes pun. Yesus, Papi J, Bapa kita, melawan; menanggung dosa yang Ia sendiri tidak lakukan. Ia menanggung dosa kamu, saya dan seluruh dosa umat manusia–sekali lagi, Ia menanggung kesalahan orang lain. Ketahuilah, setiap saya berdosa, saya menyalibkan Ia kembali
Ayat sangat keras sekali,
‘for whom the Lord loveth he chasteneth, and scourgeth every son whom he receiveth. ‘
Hebrews
https://www.bible.com/id/bible/ /HEB.
Tetapi ini adalah tanda ‘status hubungan’ antara kita dengan Allah. Kita adalah anak-anakNya yang dikasihi Dia, juga Dia mengakui kita. Sebab tertulis ‘ . Whom he receiveth’. Itu adalah sebuah kalimat pengakuan bahwa kita adalah anak-anakNya. Karena kita adalah anak-anakNya, maka Ia akan MENDIDIK/MENGHAJAR dan MENYESAH, seperti orang tua yag mendisiplinkan anakNya. Orang tua akan fokus mendidik dan memperhatikan anaknya dengan sepenuh hatinya, disiplinn adalah tanda kasih sayangnya. Tentu berbeda antara punishment dan chastening, namun di bahasa Indonesia terdengar negatif–menghukum dan menghajar. Menghajar disini adalah proses disiplin hidup, memperbaiki perilaku manusia yang SUDAH PASTI serong
menyesah juga kalimat yang tidak terdengar baik di bahasa indonesia, kesannya hidup kita akan
sulit. Poin utamanya adalah PEMBENTUKAN KARAKTER atau PERUBAHAN KARAKTER, seperti atlet yang harus latihan fisik yang menyakitkan untuk menjadi juara, atau emas yang harus dibakar api untuk menjadi murni Jangan tawar hati ya, inilah proses pembentukan karakter, Tuhan lagi memperhatikan kamu, Dia turun tangan sebab kamu anakNya
‘Now no chastening for the present seemeth to be joyous, but grievous: nevertheless, afterward it yieldeth the peaceable fruit of righteousness unto them which are exercised thereby. ‘
Hebrews 12:11
https://www.bible.com/id/bible/ /HEB.
Kamu menabur, kamu menuai. Kalau masih grieving berarti chastening nya belum selesai, sebab tertulis akan menghasilkan buah kebenaran yang mendatangkan damai.
Vincit Qui Patitur

