Sumbu Pendek dan Telinga Tertutup
Mengapa orang muda tidak peka? Mengapa pemarah?
Proverbs NIV
[ ] A hot-tempered person must pay the penalty; rescue them, and you will have to do it again. [ ] Listen to advice and accept discipline, and at the end you will be counted among the wise.
[ ] Wine is a mocker and beer a brawler; whoever is led astray by them is not wise.
https://bible.com/bible/ /pro. .NIV
Jeremiah NIV[ ] To whom can I speak and give warning? Who will listen to me? Their ears are closed so they cannot hear. The word of the Lord is offensive to them; they find no pleasure in it.https://bible.com/bible/ /jer. .NIV
Nabi Yeremia menyatakan: “Telinga mereka tertutup, sehingga mereka tidak dapat mendengar”. Ketidakpekaan seringkali bukan karena tidak mampu mendengar, tetapi karena memilih untuk merasa tersinggung.
Ketika Firman Tuhan atau teguran orang tua terasa “menyerang” kenyamanan kita, kita menganggapnya sebagai “gangguan” (offensive), bukan sebagai bimbingan. Kita lebih suka mencari kesenangan sendiri daripada mendengarkan kebenaran yang mungkin terasa pahit di awal. Inilah yang membuat kita tidak pekaterhadap kebutuhan orang lain maupun suara Tuhan.
Amsal mengingatkan bahwa orang pemarah akan ‘membayar’ harga yang harus ia bayar atau menanggung akibatnya. Tapi mengapa
Tidak memiliki ‘hikmat’ dan ‘kedisiplinan’ untuk mengelola hal tersebut
Ego yang besar yang merasa ‘jati diri’ tersinggung karena pendapat orang tidak sejalan; amarah merupakan ‘coping mechanism’
Dalam ayat tersebut juga menegaskan bahwa kalau kita terus ‘membantu’ mereka yang mudah marah, kita akan terus ‘harus’ melakukannya karena mereka akan jatuh terus ke lubang yang sama (sifatnya susah berubah). Mereka harus merasakannya sendiri (must pay the penalty), hal yang memang harus mereka lewati dalam proses pendewasaannya
Amsal juga mengingatkan bahwa pengaruh ekternal (miras dan lingkungan buruk) juga dapat ‘menyesatkan’ kitaaa

