GKJ Bumi Indah

PROFILE PENDETA Meido Diory

PROFILE PENDETA Meido Diory

PROFILE PENDETA Meido Diory

Meido Diory adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ia merupakan seorang pemuda berdarah Batak, namun telah lahir dan dibesarkan di Ibukota. Ia tumbuh di tengah keluarga yang cukup harmonis dan layaknya pekerja umum di Jakarta, kedua orang tuanya bekerja sebagai pegawai pada sektor swasta. Pada tahun 2000 Meido dan keluarga pindah dari Jakarta ke Bekasi. Di kota inilah Meido bertumbuh dan menjalani masa kecilnya. Singkat cerita, ketika menginjak jenjang Sekolah Menengah Pertama, kesulitan ekonomi menghampiri Meido dan keluarga. Namun, meski berada pada titik terendah, ia dan keluarga tetap dipelihara oleh Tuhan dengan tercukupinya berbagai kebutuhan pokok sehari-hari melalui tangan-tangan orang lain yang bahkan tidak pernah diduga. Hal ini semakin memberi afirmasi bahwa Tuhan memang senantiasa memelihara umat-Nya. Pada jenjang berikutnya di Sekolah Menengah Atas, ia mulai mengenal persekutuan Kristen di sekolahnya, komunitas tersebut bernama “Rohani Kristen (RohKris)”. Latar belakang sekolah negeri membuat keberadaan RohKris ini menjadi menarik untuk diikuti dan ditekuni. Pada sisi lain, kemampuan Meido memainkan beberapa alat musik membuatnya dipercaya untuk melayani di berbagai kesempatan acara RohKris di sekolah tersebut. Di komunitas inilah Meido menemukan lingkungan yang membangun dan suportif. Ia bertemu dengan teman-teman sebaya yang senantiasa menyediakan waktu dan dirinya untuk mengelola berbagai acara Kristiani yang diselenggarakan di sekolah. Pada titik ini, Meido mulai tertarik dan mengenal makna dari kata “pelayanan”.


Melalui latar belakang tersebut, Meido mulai berefleksi bahwa hidupnya semata-mata adalah karena karunia Tuhan. Ia menikmati pemeliharaan-Nya semasa keluarga berada pada ekonomi sulit dan ia pun menikmati melayani-Nya dalam berbagai kegiatan Kristen di sekolahnya. Hal itu membuat Meido mengambil sebuah keputusan besar dalam hidupnya, yakni ingin menggapai mimpi menjadi seorang pendeta dan untuk itu diambillah pilihan untuk bersekolah teologi di Jakarta. Petualangan baru pun dimulai. Meido memutuskan untuk mengambil sekolah teologi di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta. Di kampus ini ia dilatih untuk mengenal dunia Alkitab, teologi, dan berbagai dimensi pelayanan secara lebih mendalam dan komprehensif. Melalui program pembelajaran yang disusun oleh pihak kampus pula, Meido berkesempatan untuk mencicipi berbagai medan pelayanan di berbagai lokasi dan kondisi di Indonesia. Tercatat, pada tahun 2015 ia memulai debut pelayanan gerejawinya di GKJ Pondok Gede, Bekasi. Pada gereja inilah Meido mendapatkan kesempatan berkhotbah pertamanya dalam sebuah ibadah Minggu. Selanjutnya, di tahun yang sama, ia pun berkesempatan untuk melayani di sebuah lembaga bernama KEBAYA (Keluarga Besar Waria Yogyakarta) yang berfokus pada kesehatan para pekerja seks komersial, khususnya waria, sehingga dapat memperkecil kemungkinan tertular penyakit HIV/AIDS. Bagi Meido, ini merupakan pengalaman yang sangat baru baginya karena dituntut untuk bisa berinteraksi langsung dengan orang-orang terpinggirkan yang seringkali dicap sebagai “sampah masyarakat”. Selanjutnya, pada medio 2016, Meido kembali diutus untuk mengarungi medan pelayanan yang baru, yakni di sebuah sinode bernama Gereja Protestan Maluku. Ia ditempatkan disebuah desa bernama Waemulang, lokasinya terletak di pulau Buru, Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku. Sebuah desa yang cukup jauh dari pusat kota Ambon, tanpa ada akses listrik, akses air bersih, dan akses sinyal, sehingga masyarakat setempat menjalani hidup keseharian dengan sangat sederhana. Pengalaman menikmati kehidupan berjemaat di pelosok desa membuat Meido mensyukuri akan berbagai kemudahan akses yang tersedia di perkotaan. Berpindah ke tahun 2017, Meido kembali diberikan kesempatan untuk dapat meningkatkan kemampuan pelayanannya di gereja HKBP Palembang, sebuah gereja mapan yang berada di pusat kota Palembang dengan berbagai kompleksitasnya. Tentu saja ini sungguh berbeda jauh dengan pengalaman pada tahun sebelumnya di pelosok desa. Namun, di sini Meido belajar untuk berpelayanan dengan konteks umat perkotaan yang lebih cerdas, kritis, dan praktis dalam menyikapi berbagai persoalan dan tantangan gerejawi.


Singkat cerita, setelah melewati berbagai kesempatan pelayanan di berbagai tempat, Meido pun dinyatakan lulus dari Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta pada tahun 2018. Pasca lulus dari bangku kuliah, tercatat Meido pernah menikmati pelayanan sebagai Bakal Calon Pendeta di GKJ Sidomulyo, Sragen. Namun amat disayangkan bahwa proses tersebut harus berhenti karena beberapa faktor yang melatarbelakanginya. Terakhir, proses pelayanan Meido bermuara ke sebuah gereja bernama GKJ Bumi Indah. Di gereja inilah ia belajar mengenal pelayanan gerejawi dengan lebih mendalam dengan berbagai kompleksitas dan tantangan pelayanannya. Ia pun ditetapkan lulus dan layak tahbis dalam ujian kependetaan, Sidang Istimewa GKJ Klasis Jakarta Bagian Barat, Ujian Peremtoir Calon Pendeta pada 28 Januari 2023 dan menjalani masa Vikariat sejak Penahbisan Pendeta GKJ Bumi Indah 75 ditetapkan menjadi Pendeta Layak Tahbis dalam ujian tersebut, serta ditahbiskan menjadi pendeta jemaat di hari ini, 18 Mei 2024. Sungguh sukacita yang luar biasa! Ke depan, tentu perjalanan sebagai seorang pendeta tidak akan mudah. Pasti akan selalu ada salib yang harus dipikul untuk melayani-Nya di tengah kehidupan bergereja. Namun, kondisi ini tidak boleh membuat semangat pelayanan menjadi luntur, melainkan sebaliknya, yakni harus semakin membara sembari terus menapaki hari demi hari di dalam kerendahan hati bersama dengan Tuhan. Meido pun memohon doa dan dukungan dari setiap pihak agar di dalam mengemban tugas sebagai seorang pendeta ia dapat menjalaninya dengan penuh sukacita. Terimakasih, Tuhan Yesus memberkati

Facebook
Twitter
Email
Print

Related article

Ibadah Minggu 25 Januari 2026

Ibadah pagi ini akan dilayani oleh Pdt. Aris Widaryanto, dengan tema “Dipanggil Bersama-sama untuk Memberitakan Injil.” Kiranya melalui firman Tuhan, iman kita diteguhkan dan kita

Read More →